Rabu, Januari 21, 2009
Dan Perutpun Membuncit
Karena ...............
Baju mulai ga muat........Tapi kenapa emosi masih ga stabil ya? (dasar kamunya aja veet)......Keluhan tiba (ih kok pake kata-kata di majalah sih?!).........9 bulan 10 hari ya? (iya kaleeeeeeeeee..........HPL ku 7 juni 2009....ih aq pinginnya 03 06 09 Gusti :-) )
Senin, Januari 05, 2009
Yang Terlupakan
(ngapain ya bi qta ketika itu?...membuat resolusi kah? untuk bangunan yang akan qta bingkai agar kokoh)
.....1 Januari 2009? ketiduran euy -:) n ga penting juga
Senin, Desember 29, 2008
RezeQ di Hari Ibu
***
Afita Nur Hayati 3623108500300031
Afita Nur Hayati 115000020031
2 Nomor Peserta dengan nama yang sama terpampang lulus seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pusat di 2 tempat yang berbeda : STAIN Samarinda dan Sekretariat KPU Provinsi Kalimantan Timur.........
***
Perasaan senang dan haru menyeruak dalam diriku. Subhannallah.........."Jika mereka (sebelum menikah dalam keadaan) miskin maka Allah akan menambah kemampuan mereka dengan karunia Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian Nya) lagi Maha Menegetahui" (QS. An Nur : 32).
Tapi ternyata, aku adalah makhluk yang tidak bisa menggenggam semuanya. Terlalu sombong, makhluk bernama manusia kalau dia bisa dengan mudah menggenggam semuanya. SMS selamat plus anjuran untuk sholat istkharahpun ku terima.
Karena Sang Khalik mensunnahkan qta untuk sholat istikharah. Meminta tolong kepada Allah, sebagai satu-satunya Dzat yang Maha Menolong agar memilihkan untuk qta pilihan yang cocok, yang terbaik.
Dan jawaban itu datang, lewat orang-orang terdekat disekelilingku, Sepupu Ibuku alias Omku, Adik Mertuaku alias Paklik Suamiku, dan teman-temanku. Setelah mantap dengan petunjuk Nya, aku bergegas membereskan semuanya. Bantuan orang-orang terkasih tidak bisa begitu saja aku kecilkan. Mereka semua berjibaku untuk kelengkapan berkasku. Makasih Bapak Ibuk, Suamiku, Mbak-mbakku, Mas-mas iparku, Om, Bulik Paklik, Sepupu-sepupuku n Sepupu-sepupu suamiku, tetanggaku di Sangata. Apalah artinya Veeta tanpa bantuan orang lain.
Surat Pernyataan Pengunduran Diri akhirnya harus ku ketik untuk formasi yang tak ku pilih. Panitia begitu bersahabat dan membantu.
Terima kasih Ya Allah. Semoga pekerjaan yang Kau pilihkan untuk hamba Mu ini membawa berkah lebih. Amiiin...
Senin, Desember 15, 2008
BBM oh BBM
Tanggapanku untuk Komentarmu Kawan
November 20, 2008 8:04 PM (Yons Revolta)
Jangan apatis kawan. Tribun Kaltim (13 Desember 2008) memberikan sejumlah fakta, bagaimana enaknya jadi PNS. Gaji tetap bulanan selalu siap, karena dijamin oleh APBN dan APBD dengan standar makin bagus, karena selalu ada kenaikan di atas inflasi pada tiap tahun. Take home pay seorang PNS nol tahun sudah bisa mencapai Rp. 1,8 juta, ditambah asuransi kesehatan, tunjangan profesi, plus insentif tahunan dan jaminan pensiun di hari tua. Tentu angka ini tidak berlaku bagi pekerja swasta meskipun sama-sama bergelar S-1. Ruang gaji pekerja swasta diampu oleh rumusan Upah Minimum Regional (UMR) yang 'selalu' berada di bawah KHL (Kebutuhan Hidup Layak), yang besarannya antara Rp. 800.000 - 1,1 juta.
Padahal jelas-jelas pada UUD 1945 pasal 28D ayat 2 disebutkan Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja........(Maksudnya tu veet, jadilah PNS untuk mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak................iiiiiiiiiiiiiiih masak sih?!)
Tak ada ujian seleksi CPNS yang sepi peminat. Semuanya pasti membludak. Jadi ................................
Di Minggu Ke-14
Aku melakukan perjalanan yang lumayan agak jauh, dari Sengata menuju Samarinda.
Rencananya mau melihat bekas-bekas air bah yang melanda Ibu Kota Kalimantan Timur itu.
Ternyata air sudah surut.........Syukurlah.
Karena lama tak melakukan perjalanan jauh, seperti ketika masih menetap di Jawa, plus kondisi badan yang tengah hamil muda, tak ayal membuatku sedikit kaget. Jalanan yang rusak dari Sengata-Bontang memicu semua isi perut untuk keluar. Tak apalah resiko penumpang.
Melihat Samarinda yang sudah normal kondisinya pasca tergenang, membuatku sedikit lega. Aku bisa menikmati suasana hiruk pikuk kota besar, setelah kurang lebih 4 bulan berada di Sengata, Kabupaten kecil yang kaya batu bara tapi masih berbenah atau lebih tepatnya tergagap, melakukan peningkatan infrastruktur pembangunan.
Ku ajak janin yang ada dalam kandungan untuk sholat ashar di Islamic Center Samarinda..........ceeeeeeeeeeeeesssssssssssss, adem ketika aku mulai menyentuh lantai marmer rumah Allah yang megah, dengan biaya operasional 1,sekian M per bulannya.
Kurang lebih satu minggu berada di Ibu Kota Propinsi, perjalanan pulang dengan bayangan jalan rusak mau tidak mau, suka tidak suka harus dilewati. Yang terjadi kemudian, tukang urut masuk agenda wajib untuk dikunjungi. Selain menjadi penghuni ruang tunggu Dokter Spesialis Kandungan.
Alhamdulillah, ketika melakukan pemeriksaan rutin, tak ada masalah dengan janin yang ada diperutku. 15 minggu 2 hari, 126 gram, dan jantungnya sudah mulai berdenyut ketika dokter menunjukkan padaku dan suamiku lewat USG (hasil USG belum ku scan jadi blom bisa ditampilin plus menghindari komentar 'ih sereeeeeem'). Segala penat di tubuh, perasaan tak menentu di hati terbayar sudah dengan keterangan dokter tentang kondisi si kecil di perut.
InsyaAllah amanat ini akan kita jaga baik-baik.
Kamis, November 20, 2008
Otoda (2)
*
Statement diatas berasal dari seorang Anwar Nasution, sang Ketua BPK, pada dialog Mewujudkan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah di Samarinda, 20 Nopember 2008.
Sindiran itu benar-benar mengena dan tentunya membuat merah padam mereka yang merasa. Seperti yang ditulis Tribun Kaltim : Ketika menyangkut urusan pertanggungjawaban memang tidak terlalu banyak pejabat di Kaltim yang pintar menyelesaikan. Tetapi urusan pemanfaatan dana dan keuangan, hampir semua bisa menyampaikan secara hebat bahkan banyak yang pandai menyulap dana itu sesuai kepentingannya.
*
Analisis yang tepat. Dan itu memang diakui oleh mereka yang ada di pemerintahan. Apa yang mereka bilang ke saya?
Disini tu ya mbak (Kaltim-red) ga korupsi aja bisa kaya.........bayangin aja APBD nya itungannya Trilyun. anggaran per SKPD itungannya Milyar. Kita saja sampai bingung gimana ngabisinnya, apalagi kalo ada perubahan anggaran di deket-deket akhir tahun. Ada tambahan anggaran biasanya. Yang pegang program biasanya duitnya menetes banyak. Kalo enggak dari perjalanan Dinas. 3 hari aja dah berapa juta tu.........
Ckckckckckckck........menggiurkan saudara-saudara bagi Anda yang ingin berkarier di birokrasi, silahkan mencoba peruntungan di sini, Propinsi Kalimantan Timur. Dijamin, bagi Anda yang merantau, Anda akan pulang membawa hasil yang berbeda dari kolega Anda di birokrasi, kampung halaman Anda.
Selamat mencoba........................ssssssttttt, saya juga lo (hehehehehehehehehe).