Rabu, Januari 13, 2016

Amazing Journey


Kalimat takbir tahmid dan tahlil terucap...

Ya, mengawali 2016 dengan memenuhi panggilanNya...Baitullah.  Kami berdua berbulan madu di rumahNya.  Bagi kami hal itu amazing, karena kami bukan berasal dari keluarga yang 'rich' yang setiap anak mendapat hadiah untuk berumroh atau berhaji.

Air mata tak terbendung ketika mata tertuju pada Ka'bah..dan alhamdulillah Allah memudahkan semuanya.

Menginjakkan kaki di kota Madinah, hawa dingin langsung menyambut.  Suhu 14 derajat...dan ruginya, saya kadang lupa berdoa, sehingga terkadang harus ke toilet dan pernah masbuk sholat.

Berprasangka dalam hati dan sandalpun hilang, kacamata hitam pecah, kaos tangan tersisa sebelah.  Terima kasih ya Allah masih mengingatkan saya.

Ketika sholat subuh di Masjidil Haram, dan imam membaca QS.ArRahman, air mata jatuh sepanjang sholat.  Tidak ada yang tidak boleh tidak saya syukuri.  semua Allah kasih untuk saya.  Orang tua saya yang renta masih mau menemani cucu-cucunya selama kami tinggal.  Pengasuh anak-anak yang welas asih, teman-teman atasan dan tim yang mensupport, anak-anak yang sehat, laki-laki dan perempuan.  Kesehatan, kesempatan, karir dan keluarga yang seimbang.  Semoga demikian juga dunia dan akhirat saya.  Aamiin

Dan kami berdoa, masih terus diberi kesempatan untuk mengucapkan Labaik Allahuma Labaik, Labaikkalasarikalaka Labaik...............................

Kamis, Desember 31, 2015

Mentari di pagi 1 Januari

Alhamdulillah..jumat menyapa di 1 januari 2016

Pekerjaan di 2015 masih tersisa.  Harus tetap diselesaikan karena kadang tak disiplin dengan waktu alias terlalu banyak iklan..Untung banyak teman disekelilingku maka tangan Tuhan mulai bekerja melalui mereka.  Thanks God, thank you my friends..

Hasil rapor Alya yang biasa, tapi tidak biasa untuk kemampuannya mengimitasi.  Arfan yang kritis membuat hari-hari lelah selepas bekerja menjadi ringan atau sebaliknya, menjadi pikiran tersendiri.

Mengakhiri 2015 dengan mundur dari jabatan struktural tapi tidak diterima oleh atasan di fakultas dan banyak teman.  Memulai 2016 dengan bismillah mengunjungi rumahNya bersama abi Alya dan Arfan.  Memohon ampun dan memohon pertolonganNya.

Target selanjutnya di 2016?


Selasa, Desember 08, 2015

Keajaiban

2 minggu setelah tulisan sebelumnya, SK itu kutandatangani...ga terlalu bahagia diri ini.  Bukan karena tak bersyukur (kepercayaan itu mahal mbak fita said WR1) tapi tugas yang akan kuemban akan lebih berat walau itu disertai dengan kenaikan rupiah yang akan masuk ATM.

Bertemu dengan tim yang menyenangkan dengan beraneka karakter membuatku bersemangat, tetapi tidak mengurangi stres ringan (istilahku) (ada komentar 'kok sering sakit, sering konsumsi obat, santai aja ga usah terlalu dipikirkan tapi dikerjakan, hehehehe')

Jarak rumah dan kantor yang semakin jauh 21km x 2 (PP) intensitas bertemu alya dan arfan yang semakin berkurang karena lelah dan ingin tidur ^_^ menjadi salah satu yang berkecamuk di kepala.

Allah pasti punya rencana, tinggal diri ini mau meminta atau tidak....seperti permintaan dalam setiap doaku, mudahmudahan segera terwujud di akhir tahun ini.  Aamiin

Kamis, Maret 05, 2015

Astagfirullah

Mungkin judul diatas yang tepat untuk menggambarkan kevakuman blog pribadi saya selama 1 tahun 3 bulan.  Waktu terlalu cepat berlalu, banyak cerita tapi tak sempat tertulis.  Sedemikian sibuk kah diri ini?  Beberapa kali senjakata mengajak untuk menulis di kanet media, menanyakan mana buku baru atau dosen cantiq unram yang mengirim alamat web yang mengumumkan lomba penulisan artikel tentang perempuan dan anak...aargh

Yang terpenting, alya dan arfan semakin tumbuh dan berkembang.  Membutuhkan perhatian lebih.  Mobil hadiah dari suami untuk ultah tahun 2014 bisa membawa mereka berdua jalan-jalan.  Bantuan bu ana membereskan rumah, meringankan tugasku.

Jadi hanya ada satu kata yang bisa kuucapkan, alhamdulillahirrabil'alamin...
Semangaaaaaaatttttt!!!

Rabu, Desember 18, 2013

GadoGado akhir tahun 2013

Tahun 2013 sudah diujung.  Yang terpenting adalah tahun baru Islam 1435 baru dimulai.  Tetapi yang jauh lebih penting adalah apa yang baru dalam diri ini.  Naik turun, pasang surut kehidupan yang ku alami semua sudah menjadi rencanaNya. 
Berjuang untuk legalitas menjadi a lecturer, berjibaku di organisasi perempuan lengkap dengan segala pernak-perniknya dan ternyata ga gampang, dan mungkin tahun 2014 akan mulai dikurangi frekuensinya.  Fokus pada pekerjaan dan yang paling terutama adalah anakanak yang diamanahkan Tuhan.
Biduk rumah tangga yang tidak selalu mudah untuk dilalui.  Mimpi yang berbeda yang dimiliki oleh masingmasing kepala membawa konsekuensi logis.  Biarlah orang lain heran, karena yang menjalanipun tergagapgagap.
Usia orang tua yang semakin senja sementara satu anak jauh dari pelupuk mata.  Tuhan, apakah ketidaksetujuan pimpinan di instansiku menjadi pertanda untukku agar lebih mudah untuk pulang ke kampung halamanku?
Banyak keinginanku tapi aku tahu Kau akan memberikanku yang terbaik.  Berikan aku selalu kekuatan untuk berhuznudzon kepadaMu.

Rabu, April 03, 2013

Manusia, Hidup dan Matinya

Manusia sering membicarakan tentang kehidupannya, bukan tentang kematiannya. Demikian rasanya apa yang diucapkan Pramoedya Ananta. Saya mengatakannya iya, karena saya sendiri mengalaminya. Ketika kita hidup, maka berlomba-lombalah mengejar dunia seakan kita akan hidup seribu tahun lagi. Dan itu semua dekat dengan materi, karena kesuksesan selalu diukur dengan standar minimal, memiliki pekerjaan tetap, rumah pribadi, kendaraan pribadi, network yang tidak sedikit pun tidak banyak, pasangan yang setara baik dari segi penghasilan maupun pendidikan kalau bisa malah lebih dan anak-anak yang meramaikan rumah pribadi. 

Ya, semua orang ingin memilikinya. Karena itu tidak sedikit yang berjuang keras untuk meraihnya. Jikalau kita memang bukan berasal dari keluarga kaya, lain cerita. Tetapi setelah semua ada, akan segera puas kah kita? Mungkin iya mungkin juga tidak. Cerita menjadi lain, ketika teman sudah mulai bersimpuh di depan Ka'bah. Hei, kemana kita selama ini? Sudah jauh kah Tuhan ketika dunia menyilaukanmu? Sebanding kah dunia yang kau kejar dengan apa yang akan hakiki kau dapati setelah kematianmu? 

Tuhan, sholat wajib saya sering diujung tanduk, sholat dhuha saya hanya terkerjakan dua rakaat, saya baru bisa ber zakat fitrah dan ber zakat profesi, berpuasa wajib dan belum merutinkan sholat malam, merutinkan infaq, sedekah dan puasa sunnah. Rukun yang kelima pun masih sebatas wacana. 

Tuhan, kalau surgaMu seluas langit dan bumi, surga kelas apa yang dapt kudiami nanti?

Senin, Juli 23, 2012

Tentang Hari Anak 2012

Kemarin tanggal 23 Juli. Pemerintah menetapkannya sebagai Hari Anak Nasional. Belum terlalu telat rasanya, kalau saya mau menulis sesuatu yang ada hubungannya dengan anak. Tidak ada tinjauan astronomi atau fikih yang bermain diterlambat atau tidaknya saya menulis tanggal 24 Juli. Saya dikarunia satu putri dan satu putra. Dua-duanya normal. Alhamdulillah. Yang satu berumur 3 tahun, yang satu berumur 1,5 tahun. Sebagai perempuan saya nyaris sempurna menurut pandangan masyarakat kebanyakan. Memiliki keluarga dengan anugerah dari Tuhan yang lengkap, anak perempuan dan laki-laki, suami dengan jabatan yang terus merangkak naik, memiliki pekerjaan yang kata orang bermasa depan dan masa pensiun yang jelas, dan di masa sekarang menjadi perempuan yang g 'ngathong' ke suami secara finansial, memiliki network yang tidak sedikit walau juga tidak banyak. Sudah cukup puas kah saya? Sebagai manusia, jawaban saya adalah belum. Penghasilan yang saya miliki (sebagai perempuan, walaupun agama saya mengajarkan suami harus menafkahi istri bagi istri yang memiliki pendapatan sendiri, saya tidak mau tergantung, inilah egoisme terbesar yang saya miliki) sering membuat saya tidak puas. Berburu dollar istilah teman-teman kerap saya lakukan. Semuanya harus bernilai rupiah. Gila! Saya seperti akan hidup di dunia seribu tahun lagi. Dampaknya terbawa ke rumah. Anak saya yang pertama ada di penitipan, anak kedua saya ada di rumah bersama pengasuhnya. Saya sering memikirkan urusan perut ketika sampai di rumah. Makanan apa yang akan saya sajikan. Anak-anak asyik dengan mainan dan pengasuhnya. Kadang mereka ingin bermanja dengan saya, umminya, tetapi apa daya tubuh ini kadang sudah lelah untuk bercengkerama dengan mereka. Kata-kata kasar secara sadar keluar dari mulut saya, yang kata orang berpendidikan. Rumah menjadi kurang layak anak.Hmmmmm.... Teori Psikologi tentang perkembangan anak belum sepenuhnya saya terapkan, masih tersimpan rapi di buku teksnya plus arsiran berwarna yang menandakan bahwa ini adalah point penting, yang harus diimplementasikan pun juga bisa dijadikan acuan untuk menulis artikel. Kalau saham akhirat itu bernama anak-anak, kapan saya bisa mulai menanamkan saham saya lebih banyak. Tuhan bantu saya untuk itu. Bismillah...